Memahami cara menghitung premi asuransi jiwa sangat penting sebelum membeli polis. Premi asuransi jiwa adalah biaya yang harus dibayarkan oleh peserta asuransi kepada perusahaan asuransi untuk mendapatkan perlindungan sesuai dengan ketentuan polis.
Besarnya premi tidak ditentukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat risiko tertanggung.
Lalu, bagaimana cara menghitung premi asuransi jiwa? Artikel ini akan membahas faktor-faktor yang mempengaruhi besaran premi, rumus perhitungannya, serta contoh perhitungan premi asuransi jiwa agar lebih mudah dipahami.
Konten
Faktor yang Mempengaruhi Besaran Premi Asuransi Jiwa
Besaran premi asuransi jiwa bisa berbeda untuk setiap orang karena dipengaruhi oleh beberapa faktor utama berikut ini:
Usia Tertanggung
Usia merupakan salah satu faktor paling menentukan dalam perhitungan premi asuransi jiwa. Semakin muda usia seseorang saat mendaftar asuransi, semakin rendah premi yang harus dibayarkan.
Sebaliknya, semakin tua usia tertanggung, semakin tinggi premi yang dikenakan. Hal ini karena risiko kesehatan dan kemungkinan kematian meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga perusahaan asuransi perlu menyesuaikan premi untuk menutupi risiko yang lebih besar.
Kondisi Kesehatan Tertanggung
Riwayat kesehatan dan kondisi medis seseorang juga berpengaruh besar terhadap besaran premi. Saat mengajukan asuransi jiwa, calon tertanggung biasanya diminta untuk mengisi formulir kesehatan atau bahkan menjalani pemeriksaan medis sebelum polis disetujui.
Jika seseorang memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung, premi asuransi cenderung lebih tinggi. Bahkan, dalam beberapa kasus, perusahaan asuransi bisa menolak pengajuan polis jika risiko kesehatan terlalu tinggi.
Sebaliknya, orang dengan kondisi kesehatan baik bisa mendapatkan premi yang lebih rendah. Beberapa perusahaan asuransi bahkan memberikan diskon premi bagi mereka yang menjalani gaya hidup sehat, seperti berhenti merokok atau menjaga berat badan ideal.
Jenis & Cakupan Asuransi Jiwa (Tradisional vs Unit Link)
Jenis asuransi jiwa yang dipilih juga mempengaruhi besaran premi. Secara umum, ada dua jenis utama asuransi jiwa:
- Asuransi jiwa tradisional: memberikan perlindungan murni tanpa unsur investasi. Jenis asuransi ini memberikan manfaatnya hanya berupa uang pertanggungan yang diberikan kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia.
- Asuransi unit link: menggabungkan proteksi jiwa dengan investasi. Sebagian premi yang dibayarkan digunakan untuk biaya asuransi, sementara sisanya diinvestasikan dalam instrumen keuangan seperti saham atau obligasi.
Karena adanya unsur investasi, premi asuransi unit link biasanya lebih tinggi dibandingkan asuransi jiwa tradisional. Selain itu, jika peserta memilih rider (tambahan manfaat seperti asuransi penyakit kritis atau kecelakaan), maka premi juga akan bertambah.
Jangka Waktu Polis
Durasi atau jangka waktu perlindungan dalam polis juga berpengaruh terhadap besaran premi. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance) memiliki premi yang lebih rendah dibandingkan Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance).
Hal ini karena pada Asuransi Jiwa Berjangka perlindungan diberikan dalam periode tertentu, misalnya 10, 20, atau 30 tahun. Jika dalam periode tersebut tertanggung tidak meninggal dunia, maka manfaat asuransi tidak dapat diklaim.
Semakin lama jangka waktu perlindungan yang dipilih, semakin tinggi pula premi yang harus dibayarkan. Oleh karena itu, calon peserta perlu mempertimbangkan jangka waktu polis sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansial mereka.
Jumlah Uang Pertanggungan
Uang pertanggungan adalah jumlah dana yang akan diberikan kepada ahli waris jika tertanggung meninggal dunia. Besaran uang pertanggungan yang dipilih secara langsung mempengaruhi besaran premi yang harus dibayarkan.
Misalnya, seseorang yang memilih uang pertanggungan sebesar Rp500 juta tentu akan membayar premi yang lebih rendah dibandingkan seseorang yang memilih uang pertanggungan Rp1 miliar.
Karena itu, dalam memilih asuransi jiwa, penting untuk menyesuaikan jumlah uang pertanggungan dengan kebutuhan finansial keluarga dan kemampuan membayar premi agar tetap terjangkau dalam jangka panjang.
Gaya Hidup dan Riwayat Kesehatan
Kebiasaan dan gaya hidup seseorang juga menjadi faktor yang diperhitungkan dalam menentukan premi asuransi jiwa. Sebagai gambaran berikut ini faktor yang memengaruhi perhitungan premi asuransi jiwa:
- Perokok biasanya dikenakan premi lebih tinggi dibandingkan non-perokok karena merokok meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kanker.
- Seseorang yang sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan juga berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan, sehingga dikenakan premi lebih mahal.
- Orang yang bekerja di lingkungan berbahaya, seperti pekerja tambang atau pilot, serta mereka yang memiliki hobi ekstrem seperti skydiving atau balap motor, biasanya dikenakan premi lebih tinggi karena risikonya lebih besar.
Beberapa perusahaan asuransi memberikan insentif bagi tertanggung yang menerapkan gaya hidup sehat, misalnya dengan memberikan diskon premi bagi mereka yang tidak merokok atau rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
Rumus & Cara Menghitung Premi Asuransi Jiwa
Menghitung premi asuransi jiwa tidaklah sulit jika memahami rumus dasarnya. Meskipun masing-masing perusahaan dapat memilih perhitungan sendiri, kamu bisa menggunakan rujukan perhitungan sebagai berikut:
1. Cara Menghitung Premi Asuransi Jiwa Berjangka
Tarif premi biasanya ditentukan berdasarkan usia dan faktor risiko tertanggung. Tarif ini bisa bervariasi antara satu perusahaan asuransi dengan yang lain. Untuk premi asuransi jiwa berjangka, kamu bisa menggunakan rumus umum sebagai berikut:
Premi Asuransi = Tarif Premi x Jumlah Uang Pertanggungan
Contohnya: Seorang pria berusia 30 tahun ingin mengambil asuransi jiwa berjangka dengan uang pertanggungan sebesar Rp500 juta. Tarif premi per tahun untuk usia 30 tahun adalah Rp30.000 per juta rupiah pertanggungan.
Lalu, premi asuransi yang harus dibayarkan adalah sebagai berikut:
- Premi Asuransi = 30.000 × 500 = 15.000.000 per tahun
- Premi bulanan = 15 juta / 12 = Rp1.250.000
2. Contoh Perhitungan Premi Asuransi Jiwa dengan Rider
Jika asuransi memiliki manfaat tambahan (rider), maka premi total dihitung dengan menambahkan biaya rider. Rumusnya yaitu:
Premi Total dengan Rider = (Tarif Premi x Uang Pertanggungan) + Biaya Rider
Misalnya, seseorang berusia 35 tahun mengambil asuransi jiwa dengan uang pertanggungan Rp750 juta dan menambahkan rider penyakit kritis dengan biaya tambahan Rp2 juta per tahun. Tarif premi per juta rupiah pertanggungan adalah Rp35.000, maka perhitungannya, yaitu:
- Premi Dasar = 35.000 × 750 = Rp26.250.000 per tahun
- Premi Total dengan Rider = Rp26.250.000 + Rp2.000.000 = Rp28.250.000 per tahun
- Premi Bulanan = Rp28.250.000 / 12 = Rp2.354.167
3. Cara Menghitung Premi Asuransi Unit Link
Untuk asuransi jiwa unit link yang memiliki unsur investasi, premi terdiri dari komponen proteksi dan investasi:
Premi Unit Link = Premi Proteksi + Premi Investasi + Biaya Administrasi
Sebagai contoh seorang wanita berusia 40 tahun membeli asuransi unit link dengan premi proteksi Rp5.000.000 per tahun, premi investasi Rp3.000.000 per tahun, dan biaya administrasi Rp500.000 per tahun. Berikut perhitungan preminya:
- Premi Total = 5.000.000 + 3.000.000 + 500.000 = Rp8.500.000 per tahun
- Premi Bulanan = Rp8.500.000 / 12 = Rp708.333
Tips Memilih Premi Asuransi Jiwa yang Tepat
Agar tidak salah pilih, berikut beberapa tips yang dapat membantu dalam menentukan premi asuransi jiwa yang sesuai:
Evaluasi Kebutuhan Finansial Keluarga
Sebelum memilih asuransi jiwa, penting untuk mengevaluasi kebutuhan finansial keluarga. Pertimbangkan beberapa aspek berikut:
- Biaya hidup keluarga jika terjadi hal yang tidak diinginkan
- Hutang atau kewajiban finansial yang harus dilunasi
- Biaya pendidikan anak di masa depan
- Dana darurat untuk kebutuhan tak terduga
Dengan memperhitungkan faktor-faktor tersebut, kamu bisa menentukan jumlah uang pertanggungan yang ideal dan, secara otomatis, besaran premi yang perlu dibayarkan.
Menyesuaikan Premi dengan Anggaran Bulanan
Besaran premi harus sesuai dengan kemampuan finansial agar tidak membebani pengeluaran bulanan. Sebagai panduan, idealnya premi asuransi jiwa tidak melebihi 5-10% dari penghasilan bulanan.
Misalnya, jika penghasilan bulanan adalah Rp10 juta, maka batas maksimal premi yang ideal berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan.
Jika premi terlalu besar dan di luar kapasitas finansial, sebaiknya pilih produk dengan uang pertanggungan lebih kecil atau skema pembayaran yang lebih fleksibel.
Pertimbangkan Rider atau Manfaat Tambahan
Rider atau manfaat tambahan dapat meningkatkan perlindungan asuransi jiwa. Meskipun rider memberikan manfaat lebih, perlu diingat bahwa semakin banyak rider yang dipilih, semakin tinggi pula premi yang harus dibayarkan.
Jadi, pilih rider yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan agar tidak membebani anggaran, ya!
Cek Kredibilitas Perusahaan Asuransi
Pastikan memilih perusahaan asuransi yang memiliki reputasi baik dan kredibilitas tinggi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menilai perusahaan asuransi:
- Pastikan perusahaan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
- Cek rasio solvabilitas (RBC) yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar klaim (idealnya di atas 120%).
- Cari tahu pengalaman nasabah dalam klaim dan layanan perusahaan
- Ketahui lama berdiri dan reputasi di industri. Perusahaan yang sudah lama beroperasi dan memiliki track record baik cenderung lebih terpercaya
Dengan memilih perusahaan asuransi yang kredibel, kamu bisa lebih tenang karena dana yang diinvestasikan akan dikelola dengan baik dan klaim akan diproses dengan mudah saat dibutuhkan.
Pentingnya Memiliki Asuransi
Banyak orang ragu untuk membeli asuransi jiwa karena menganggap premi terlalu mahal atau belum memahami cara perhitungannya. Padahal, dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besaran premi, kamu bisa memilih polis yang sesuai dengan kebutuhan tanpa membebani kondisi keuangan.
Salah satu cara untuk mendapatkan premi lebih terjangkau adalah dengan membeli asuransi jiwa sejak usia muda. Semakin dini kamu memiliki asuransi, semakin rendah biaya preminya karena risiko kesehatan masih tergolong rendah.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua jenis asuransi jiwa cocok untuk setiap orang. Ada produk yang lebih sesuai untuk perlindungan jangka pendek, sementara yang lain lebih cocok sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset sebelum membeli polis dan menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan serta tujuan keuanganmu.
Selain asuransi jiwa, memiliki asuransi kesehatan juga sangat dianjurkan agar kamu mendapatkan perlindungan finansial yang lebih lengkap terhadap risiko medis di masa depan.
Roojai.co.id siap membantu memberikan rekomendasi dan panduan dalam memilih perlindungan yang sesuai dengan kebutuhanmu!
Dapatkan Penawaran Asuransi Online yang
Asuransi Online yang Mudah, Terjangkau, dan Dapat Diandalkan
|
Lihat premi dalam 30 detik.
Gak perlu kasih info kontak!
Cek harga premi secara online
Bagikan: