Gejala Sakit Ginjal | roojai.co.id

Ginjal adalah organ yang berperan penting dalam menyaring limbah dari darah, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta memproduksi hormon yang penting bagi tubuh. Saat organ ini mengalami masalah, gejalanya bisa jadi tidak langsung terlihat. Tanda-tanda yang jelas baru muncul ketika gangguan sudah cukup parah. Padahal memahami tanda-tanda awal penyakit ginjal bisa membantu pasien mendapatkan perawatan yang tepat lebih awal. Berikut ini beberapa gejala penyakit ginjal yang perlu diperhatikan.

Konten

  1. Memahami Gejala Sakit Ginjal
  2. Beberapa Gejala Penyakit Ginjal
    1. Apakah Gejala Penyakit Ginjal Pria dan Wanita Berbeda?
    2. Diagnosa Penyakit Ginjal
    3. Siapkan Perlindungan Kesehatan dengan Asuransi

    Memahami Gejala Sakit Ginjal

    Pada dasarnya, mendeteksi penyakit ginjal kronis terbilang sulit karena tanda dan gejalanya sering kali baru muncul saat kondisinya sudah cukup serius dan kerusakan ginjal sudah terjadi. Bahkan, penyakit ginjal kronis seringkali dijuluki sebagai “silent killer” karena sulit dideteksi. Sebagian besar pengidap penyakit ginjal kronis tahap awal, tidak menyadari kalau mereka mengalaminya. 

    Walaupun mendeteksi gejala penyakit ginjal kronis pada tahap lanjut tidak banyak membantu. kamu tetap perlu mengetahui gejala penyakit ini. Sebaiknya tidak menunggu sampai gejala muncul sebelum melakukan penanganan. 

    Kalau kamu berisiko tinggi, misalnya karena mengalami tekanan darah tinggi atau diabetes, lakukan pemeriksaan kondisi ginjal setidaknya setahun sekali. Kondisi ginjal bisa dideteksi dengan mengecek kadar kreatinin dalam darah. Semakin awal penyakit ini dideteksi, semakin besar kemungkinan untuk sembuh.

    Beberapa Gejala Penyakit Ginjal

    Jika kamu melihat ada gejala berikut, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui ada tidaknya penyakit ginjal: 

    1. Perubahan pola buang air kecil

    Ginjal yang sehat akan berfungsi penuh dalam menyaring darah dan menghasilkan urine. Jika fungsi ginjal rusak, buang air kecil bisa terganggu. Misalnya kamu jadi lebih sering buang air kecil atau melihat adanya darah dalam urine. Gangguan juga bisa berupa air urine yang berbuih, tanda bahwa protein sudah masuk ke dalam urine karena adanya kerusakan ginjal. 

    2. Kelelahan

    Fungsi ginjal menurun bisa menyebabkan racun menumpuk di dalam darah yang membuat pasien merasa kekurangan energi atau kelelahan. Penyakit ginjal kronis juga bisa menyebabkan anemia, yang membuat pasien merasa lelah dan lemah karena kurangnya sel darah merah.

    3. Gatal

    Kulit yang kering dan gatal bisa jadi tanda adanya ketidakseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah yang disebabkan penyakit ginjal. Rasa gatal biasanya disebabkan oleh tingginya kadar fosfor dalam darah. 

    4. Tangan, kaki, dan telapak kaki yang bengkak

    Ketika mengalami penurunan fungsi, ginjal mengalami kesulitan membuang kelebihan cairan dan sodium dari dalam tubuh, menyebabkan bengkak (biasa disebut edema) pada kaki atau bagian tubuh bagian bawah. 

    5. Napas tersengal

    Cairan yang tidak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh bisa menumpuk di paru-paru yang akhirnya menyebabkan napas yang pendek. Selain itu, napas pendek juga bisa disebabkan anemia karena sedikitnya oksigen yang bisa dibawa dalam darah. 

    6. Nyeri di bagian punggung

    Pasien penyakit ginjal kronis mungkin akan merasakan nyeri di dekat area ginjal yang tidak membaik atau bahkan menjadi lebih nyeri ketika bergerak atau melakukan peregangan. Ginjal terletak di sisi kiri dan kanan tulang belakang bagian bawah. Oleh sebab itu, masalah pada ginjal bisa memicu rasa nyeri di area tersebut. Nyeri punggung juga bisa dipicu infeksi atau sumbatan pada ginjal, yang menyebabkan kerusakan ginjal.

    7. Nafsu makan menurun

    Racun yang menumpuk dalam tubuh akibat kerusakan ginjal bisa memicu turunnya nafsu makan, bisa karena pasien merasa kenyang atau terlalu sakit atau capek untuk makan. 

    Pilih perlindungan kesehatan yang siap mendukung kamu saat perlu kunjungan dokter atau penanganan dini untuk gejala ginjal. Roojai punya asuransi kesehatan rawat jalan dengan manfaat yang fleksibel dan premi yang terjangkau.

    8. Mata bengkak

    Gangguan fungsi ginjal menyebabkan masuknya protein ke dalam urin. Kondisi ini menyebabkan area mata menjadi bengkak. Kondisi ini merupakan gejala awal penyakit ginjal. 

    9. Kadar fosfor, kalsium, atau vitamin D yang tidak normal

    Terganggunya fungsi ginjal bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, seperti rendahnya kadar kalsium atau tingginya kadar fosfor dalam darah yang menyebabkan kram otot. 

    10. Tes urine tidak normal

    Tingginya kadar protein dalam urine, disebut juga proteinuria, bisa menjadi gejala penyakit jantung. Ginjal yang sehat akan menyaring zat dan cairan buangan, dan kemudian mengembalikan protein ke dalam darah. Namun ketika ginjal mengalami masalah, protein akan bocor ke dalam urine. 

    11. Tekanan darah tinggi

    Cairan dan sodium yang menumpuk di dalam tubuh bisa memicu tekanan darah tinggi, bahkan pada pasien hipertensi. Tingginya tekanan darah juga bisa merusak pembuluh darah di dalam ginjal dan menyebabkan kerusakan ginjal semakin parah. 

    Gejala penyakit ginjal kronis berkembang perlahan seiring waktu. Kebanyakan pasien tidak merasakan adanya gejala pada tahap awal penyakit. Biasanya gejala baru terasa ketika penyakit ginjal kronis memasuki tahap lanjut. Ada juga beberapa obat alami untuk penyakit ginjal kronis, seperti air putih, jus delima dan ikan yang mengandung omega 3.

    Apakah Gejala Penyakit Ginjal Pria dan Wanita Berbeda?

    Walaupun gejala yang dialami pria dan wanita sama, penyakit ginjal kronis bisa berkembang ke arah yang berbeda pada pria dan wanita. 

    Secara umum, wanita memiliki risiko penyakit ginjal kronis yang lebih besar dibanding pria. Sementara pada pria, penyakit ginjal bisa lebih cepat berkembang dan menyebabkan gagal ginjal. 

    Wanita secara anatomi memiliki saluran pembuangan urine yang lebih pendek dan posisinya lebih dekat dengan anus dibanding pria. Kondisi ini membuat wanita lebih berisiko mengalami infeksi saluran kemih dan infeksi ginjal. Infeksi yang tidak segera ditangani menyebabkan kuman menyebar ke ginjal dan memicu penyakit ginjal. 

    Wanita juga lebih berisiko mengalami penyakit ginjal karena kondisi yang dinamakan preeklampsia, yaitu tekanan darah tinggi selama kehamilan. Hipertensi menimbulkan tekanan pada ginjal sehingga meningkatkan risiko penyakit ginjal di kemudian hari. 

    Walaupun begitu, baik pria maupun wanita sama-sama bisa menurunkan risiko penyakit ginjal dengan menjaga berat badan yang sehat, mengontrol kadar gula darah, dan menerapkan gaya hidup sehat. Kamu juga bisa melakukan check-up kesehatan secara rutin bisa mendeteksi masalah kesehatan secara dini.

    Diagnosa Penyakit Ginjal

    Jika kamu menemukan gejala-gejala penyakit ginjal yang disebutkan di atas, untuk menegakkan diagnosa penyakit ginjal kronis diperlukan tes fungsi ginjal untuk mengukur kondisi kesehatan ginjal dan menentukan penanganan yang tepat. Beberapa tes yang dilakukan untuk memastikan kondisi ini adalah: 

    Pemeriksaan ultrasound atau CT scan untuk mendapatkan gambaran ginjal dan saluran urine juga bisa dilakukan. Tes ini akan melihat ukuran ginjal, menemukan batu ginjal (jika ada) atau tumor, dan mendeteksi adanya masalah pada struktur ginjal dan saluran kencing.

    Penyakit ginjal kronis tahap lanjut atau gagal ginjal memerlukan penanganan yang rumit, di antaranya dengan tindakan cuci darah dan transplantasi ginjal. Keduanya memerlukan biaya yang tidak sedikit. 

    Siapkan Perlindungan Kesehatan dengan Asuransi

    Sakit ginjal sering dimulai dengan gejala yang tampak ringan seperti perubahan frekuensi buang air kecil atau nyeri punggung bawah, namun jika tidak ditangani sejak dini bisa berkembang menjadi kondisi serius yang memerlukan perawatan intensif. Biaya pemeriksaan lanjutan, rawat inap, atau tindakan medis khusus akibat gangguan ginjal bisa menjadi beban besar bila tidak dipersiapkan sejak awal.

    Untuk membantu kamu tetap tenang menghadapi risiko kesehatan seperti gangguan ginjal, pertimbangkan asuransi kesehatan dari Roojai. Dengan polis yang fleksibel sesuai kebutuhanmu dan klaim cashless di ribuan rumah sakit rekanan, kamu bisa mendapatkan perlindungan medis secara optimal tanpa khawatir soal biaya saat dibutuhkan.

    Yuk, lindungi kesehatanmu dengan asuransi terbaik sekarang!

    Dr. Amalia Ika N

    Ditulis oleh

    Dr. Amalia Ika N

    Medical Claim Manager

    Sebagai lulusan fakultas kedokteran di Universitas Atma Jaya, dr Amalia sudah bekerja dibidang Kesehatan selama 2 tahun dan pernah memiliki sertifikat dibidang Kesehatan seperti ACLS dan Hiperkes. dr Amalia juga sudah bekerja dibidang asuransi selama 11 tahun dan memiliki beberapa sertifikat untuk Underwriting & Claim, Basic Sharia dan Risk Management . Saat ini dr Amalia sebagai Medical Claim Manager senang berbagi tips dan pengetahuan seputar asuransi dan kesehatan.

    Bagikan: