kanker paru-paru

Kanker paru-paru adalah salah satu kanker yang paling umum dan menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker paling tinggi pada pria maupun perempuan di seluruh dunia. Walaupun kerap terjadi, masih banyak salah informasi tentang penyakit ini.  

Salah satunya, kanker paru-paru sering diidentikkan dengan pria yang suka merokok dan sudah berusia lanjut. Nyatanya, kanker ini juga bisa terjadi pada perempuan. Saat ini di Indonesia kejadian kanker paru-paru semakin banyak ditemukan pada pria berusia produktif. Dilansir dari Media Indonesia, angka kejadian kanker paru-paru di Indonesia dimulai di usia 40 tahun.  

Dan sayangnya, kebanyakan dari pasien datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah dalam kondisi stadium lanjut. Disebutkan dari artikel yang sama, saat ini pengidap kanker paru-paru di Indonesia mencapai angka 21 ribu orang dengan harapan hidup yang rendah. 

Konten

  1. Tentang Kanker Paru-paru
  2. Kanker Paru-paru dan Merokok
  3. Tipe Kanker Paru-paru
  4. Siapa yang Berisiko Besar Terkena Kanker Paru-paru
  5. Kapan Harus Cek ke Dokter?
  6. Lengkapi Perlindungan Kesehatanmu dengan Asuransi

Tentang Kanker Paru-paru

Kanker paru-paru adalah tipe kanker yang bermula dari paru-paru. Organ paru-paru memiliki peran vital dalam proses pernapasan karena bertugas membawa oksigen ke tubuh saat kita menarik napas dan membuang karbondioksida dari dalam tubuh ketika kita membuang napas. 

Umumnya kanker paru-paru mulai tumbuh di sel yang melapisi paru-paru atau pada bagian paru-paru seperti bronkiolus atau alveolus. Sel kanker paru-paru akan berkembang di luar kontrol, menyebabkan tumor yang tumbuh di dalam paru-paru.  

Dilansir dari situs Mitra Keluarga, lebih dari 90 persen kanker paru-paru berawal dari bronki atau saluran udara besar yang membawa oksigen ke paru-paru.  

Kanker paru-paru juga bisa terjadi di rongga thorax, yaitu rongga di antara paru kanan dan kiri. Selain itu, sel kanker dari paru-paru bisa menyebar ke organ tubuh lain, misalnya liver dan otak.

Baca juga informasi di artikel berikut agar kamu juga bisa waspada terhadap jenis kanker lain, seperti kanker prostat, ini semua yang perlu kamu ketahui.

Kanker Paru-paru dan Merokok

Dikutip dari Media Indonesia, Direktur Eksekutif Research of Indonesian Association for the Study on Thoracic Oncology, Prof. Elisna Syahruddin, menyebutkan beberapa hal yang menjadi pemicu kanker paru-paru adalah rokok, adanya riwayat kanker paru-paru di keluarga, serta kondisi udara di tempat kerja.  

Meski merokok merupakan faktor risiko terbesar, nggak semua perokok bakal mengalami kanker paru-paru. Begitu pun sebaliknya, nggak merokok bukan berarti terbebas dari kanker paru-paru. Artikel Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan kalau kebiasaan merokok sebagai penyebab kanker paru-paru ditemukan pada 9 dari 10 kasus.  

Selain rokok, kebiasaan menghisap cerutu dan tembakau cangklong juga dikaitkan dengan kenaikan risiko kanker paru-paru. Semakin sering dan semakin lama kamu merokok, semakin tinggi risiko seseorang mengalami kanker paru-paru.  

Berhenti merokok bisa menurunkan risiko kanker secara signifikan, walaupun tidak menghapus kemungkinannya sama sekali. 

Tipe Kanker Paru-paru

Jika dilihat dari perkembangannya, kanker paru-paru dibagi ke dalam dua tipe berikut ini:  

Jangan tunda lagi, pilih asuransi kesehatan agar kamu bisa fokus pada perawatan tanpa khawatir soal biaya. Dengan asuransi kesehatan rawat jalan dari Roojai, nasabah bisa klaim cashless di +2000 rumah sakit rekanan terbaik.

Siapa yang Berisiko Besar Terkena Kanker Paru-paru

Selain perokok, kanker paru-paru juga bisa terjadi pada non-perokok yang memiliki faktor risiko lain. Meski begitu, seringnya kanker ini disebabkan oleh kombinasi dari beberapa hal. Dikutip dari situs Healthline, berikut ini beberapa hal yang meningkatkan risiko kanker paru-paru:  

Kapan Harus Cek ke Dokter?

Semakin cepat kanker terdiagnosa, semakin besar kemungkinan pengobatannya berhasil. Begitu pula dengan kanker paru-paru, harapan hidup pengidap tergantung dari tipe dan stadium kanker yang dialami.

tips bersepeda pemula

Pemeriksaan adanya kanker paru-paru penting dilakukan sebelum gejalanya dirasakan. Untuk memeriksa keberadaan kanker paru-paru perlu dilakukan CT-Scan menggunakan mesin X-ray untuk mendapatkan gambaran paru-paru. Pemeriksaan ini disarankan bagi kamu yang belum mengalami gejala kanker namun memiliki faktor risiko.  

Siapa yang disarankan melakukan pemeriksaan ini? Dilansir dari situs Verywellhealth, pemeriksaan sebaiknya dilakukan oleh: 

Nah, kalau kamu punya faktor risiko di atas, ada baiknya waspada dan lakukan pemeriksaan secara rutin ya. Lebih baik lagi kalau kamu bisa mengubah kebiasaan atau gaya hidup yang kurang sehat untuk bisa mencegah kanker paru-paru. Bukankah mencegah lebih baik (dan lebih murah) daripada mengobati?

Lengkapi Perlindungan Kesehatanmu dengan Asuransi

Kanker paru-paru kini semakin banyak dialami bahkan di usia produktif, dengan gejala yang kadang mirip kondisi pernapasan ringan seperti batuk atau sesak napas. Ketika deteksi, diagnosis lanjutan, dan perawatan seperti kemoterapi atau radioterapi diperlukan, biaya medisnya bisa menjadi beban besar tanpa persiapan perlindungan yang tepat.

Lengkapi perlindungan kesehatanmu dengan asuransi kesehatan dari Roojai. Dengan polis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaranmu serta kemudahan klaim cashless di 2000+ rumah sakit rekanan, kamu bisa fokus pada perawatan dan pemulihan tanpa khawatir soal biaya.

Dr. Amalia Ika N

Ditulis oleh

Dr. Amalia Ika N

Medical Claim Manager

Sebagai lulusan fakultas kedokteran di Universitas Atma Jaya, dr Amalia sudah bekerja dibidang Kesehatan selama 2 tahun dan pernah memiliki sertifikat dibidang Kesehatan seperti ACLS dan Hiperkes. dr Amalia juga sudah bekerja dibidang asuransi selama 11 tahun dan memiliki beberapa sertifikat untuk Underwriting & Claim, Basic Sharia dan Risk Management . Saat ini dr Amalia sebagai Medical Claim Manager senang berbagi tips dan pengetahuan seputar asuransi dan kesehatan.

Bagikan: